Home / BERITA

Selasa, 27 Agustus 2019 - 14:24 WIB

Hujan Guyur Jambi, Danrem Gapu : Jawaban Doa Kita Semua.

Jambi, korem042gapu. mil.id – Dalam 2 hari terakhir hujan mengguyur sebagian kawasan di Kabupaten dan Kota di Jambi selama sekitar 1-2 jam sejak Senin (26/8) kemarin.

Hujan dengan skala sedang sampai dengan lebat disertai angin dan petir yang terjadi di tengah kondisi musim kemarau panjang.

Danrem 042 Gapu, Kolonel Arh Elphis Rudy menyebutkan, hujan dengan intensitas sedang dan lebat mengguyur sejumlah wilayah di Jambi ini terjadi di tengah musim kemarau sungguh menjadi berkah bagi masyarakat.

Ini semua merupakan jawaban do’a yang digelar oleh segenap komponen masyarakat diseluruh Provinsi Jambi.

“Setelah hampir 3 bulan tidak turun hujan akhirnya hujan yang dinantikan masyarakat Jambi turun juga,” ini berkah dari do’a kita semua, ujar Danrem 042 Gapu Kolonel Arh Elphis Rudy yang juga Dansatgas Karhutla Provinsi Jambi ini, Selasa (27/8).

Jambi merupakan daerah yang tengah dilanda kekeringan dan sangat rawan Karhutla ditengah musim kemarau yang lebih panjang tahun ini sebagai dampak dari Elnino lemah tahun ini.
Jika sumber air kering, lahan dan hutan yang kering mudah terbakar dalam skala besar karena angin kencang dan lahan semak belukar dan gambut kering.

BACA JUGA  Kodim 0419/Tanjab Bersama Polres Amankan Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 / Tahun 2019.

Apalagi kalau ada yang sengaja membuka lahan dengan cara membakar. Kalau kebakaran akan menyulitkan pemadaman karena sumber air kering.

Ia tetap menghimbau dan mengingatkan masyarakat dan korporasi untuk tidak coba-coba membuka lahan dengan cara membakar melalui sosialisasi, literasi dan edukasi yang gencar dilaksanakan oleh Satgasgab Karhutla Prov Jambi. Tolong media bantulah kami untuk mensosialisasikannya, apalagi ini masih hujan sporadis, belum musim hujan dan kemarau masih akan berlangsung sampai akhir-awal Oktober 2019, ujar Elphis

Membakar lahan mungkin cepat dan murah, tapi akibatnya luar biasa. Mungkin menguntungkan bagi yang membakar namun lebih besar mudaratnya bagi kita semua. Kalau jadi kebakaran besar akibatnya bisa mengerikan. Jadi stop membakar lahan.

“Ingat ancaman hukumannya adalah 15 tahun dan denda 5 Milyar”. Sampai saat ini setidaknya sudah ada 10 tersangka yang ditetapkan dan beberapa lagi dalam pemeriksaan dan penyidikan oleh Polres setempat. Kita tidak main-main dalam upaya penegakan hukum. Ujarnya.

BACA JUGA  Semangat Babinsa Koramil Tungkal Ulu Bantu Petani Menanam Padi.

Dari pengamatan disejumlah wilayah warga maupun petugas satgas Karhutla dilapangan menyambut gembira turunnya hujan dengan turun bermandi hujan karena hujan ini sangat membantu terutama bagi Satgas yang tengah berupaya memadamkan dan mendinginkan lahan yang terbakar di tengah musim kemarau panjang ini.

Kekeringan memang melanda beberapa wilayah di daerah itu sejak beberapa bulan terakhir. Warga mengeluhkan kekurangan air bersih. Untuk mengatasi masalah ini, warga pun terpaksa membeli air bersih untuk mencukupi kebutuhan air sehari-hari, warga membeli air jerigen.

“Kita berharap dengan turunnya hujan ini, pemadaman bisa terbantu dan upaya pendinginan dan pembasahan dilahan gambut bisa maksimal. Semoga embung dan kanal yang kering dapat terisi air untuk buat sekat serta menjadi sumber air dan lebih penting lagi lahan gambut bisa basah lagi nantinya,” ujar Elphis.

Share :

Baca Juga

BERITA

Babinsa ingatkan warga binaan agar tetap menjaga kesehatan.

BERITA

Anggota Satgas TMMD Bantu Warga Menjemur Pinang.

BERITA

Pelayanan SIM TNI Pomdam II/Swj Kunjungi Kodim 0419/Tanjab.

BERITA

Melalui TMMD, Hadirkan Kembali Budaya Gotong Royong Di Desa Labuhan Pring.

BERITA

Dandim Erwan Susanto Tinjau Kesiapan Perusahaan Antisipasi Karhutla.

BERITA

Korem 042/Gapu Gelar Upacara Bendera Bulanan Awal Tahun 2020.

BERITA

Kodim 0419/Tanjab Prioritaskan TMMD Tahun 2022 di Wilayah Tanjab Barat

BERITA

Kasdim 0419/Tanjab Hadiri Upacara Peringatan Hari Pahlawan Ke-74 Tahun 2019.